Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label potret perbatasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label potret perbatasan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juni 2015

DESKRIPSI SATRIA UNTUK NEGERI

DESKRIPSI SATRIA UNTUK NEGERI

SATRIA UNTUK NEGERI tulisan-tulisan yang bertujuan untuk berbagi tentang pendidikan, kesehatan dan berita.
 

Pada bagian pendidikan, yang ditujukan untuk menulis tentang semua yang berhubungan dengan pendidikan, membangun pendidikan pendidikan artikel, melacak potret pendidikan di perbatasan / negara, kurikulum 2013 (CNS / RRP, Silabus, media pembelajaran) dan ILMU.
 

Pada bagian kesehatan, dkhususkan untuk memuat artikel yang berhubungan dengan kesehatan, manfaat sumber daya alam untuk kesehatan, berbagai manfaat kesehatan dan tips menjaga kesehatan.
Sementara di bagian berita, yang ditujukan untuk memuat berbagai berita yang bermanfaat. Kabar yang memiliki muatan positif.
 

Tentu saja masih banyak kekurangan dalam penulisan artikel serta kekurangan biaya artikel terkait. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sehingga kami harapkan.
 

penulis,

Imam Satrio

DESCRIPTIOIN SATRIA UNTUK NEGERI

DESCRIPTION

SATRIA UNTUK NEGERI


SATRIA UNTUK NEGERI are writings that aims to share about education, health and news.

In the education section, devoted to write about all that relates to education, articles education education building, tracing a portrait of education at the border / country, curricula 2013 (CNS / RRP, Syllabus, learning media) and SCIENCE.

In the health section, dkhususkan to load the articles related to health, the benefits of natural resources for health, a variety of health benefits and tips on maintaining health.

While in the news section, devoted to load a variety of news that are useful. news that has a positive charge.

Of course there are still many shortcomings in the writing of the article as well as shortcomings charge related article. Therefore, suggestions and constructive criticism so we expected.

author,


Imam Satrio

Sabtu, 06 Juni 2015

DI TANGAN SOEKARNO, FREEPORT TIDAK PERNAH ADA

Freeport



freeporttrik-telkomsel.com

Pada tahun 1904-1905 suatu lembaga swasta dari Belanda Koninklijke Nederlandsche Aardrijkskundig Genootschap (KNAG) yakni Lembaga Geografi Kerajaan Belanda, menyelenggarakan suatu ekspedisi ke Papua Barat Daya yang tujuan utamanya adalah mengunjungi Pegunungan Salju yang konon kabarnya ada di Tanah Papua.

Peta wilayah Papua pertama kali dibuat dari hasil ekspedisi militer ke daerah ini pada tahun 1907 hingga 1915. Ekspedisi-ekspedisi militer ini kemudian membangkitkan hasrat para ilmuwan sipil untuk mendaki dan mencapai pegunungan salju. Beberapa ekspedisi Belanda yang terkenal dipimpin oleh Dr. HA.Lorentz dan Kapten A. Franzen Henderschee. Semua dilakukan dengan sasaran untuk mencapai puncak Wilhelmina (Puncak Sudirman sekarang) pada ketinggian 4,750 meter. 

Pada tahun 1936, Jean Jacques Dozy menemukan cadangan Ertsberg atau disebut gunung bijih, lalu data mengenai batuan ini dibawa ke Belanda. Setelah sekian lama bertemulah seorang Jan Van Gruisen – Managing Director perusahaan Oost Maatchappij, yang mengeksploitasi batu bara di Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengggara dengan kawan lamanya Forbes Wilson, seorang kepala eksplorasi pada perusahaan Freeport Sulphur Company yang operasi utamanya ketika itu adalah menambang belerang di bawah dasar laut. Kemudian Van Gruisen berhasil meyakinkan Wilson untuk mendanai ekspedisi ke gunung bijih serta mengambil contoh bebatuan dan menganalisanya serta melakukan penilaian.

Freeport ternyata sudah lama mengincar Papua. Tahun 1959, perusahaan Freeport Sulphur nyaris bangkrut karena tambang mereka di Kuba dinasionalisasi oleh Fidel Castro. Dalam artikel itu disebut berkali-kali CEO Freeport Sulphur merencanakan upaya pembunuhan terhadap Castro, namun berkali-kali pula menemui kegagalan.

Di tengah kondisi perusahaan yang terancam hancur itu pada Agustus 1959, Forbes Wilson yang menjabat sebagai Direktur Freeport Sulphur menemui Direktur Pelaksana East Borneo Company, Jan van Gruisen.

Gruisen bercerita dirinya menemukan laporan penelitian di Gunung Ersberg (Gunung Tembaga) di Irian Barat yang ditulis Jean Jaques Dozy di tahun 1936. Disebutkan tembaga di gunung ini tak perlu susah-susah digali. Ibarat kata tinggal meraup, karena tembaga berada di atas tanah.

Wilson tertarik dan mulai mengadakan survei ke Papua. Dia setengah gila kegirangan karena menemukan gunung itu tak hanya berisi tembaga tapi emas! Ya, dia menemukan gunung emas di Papua.

Tahun 1960, suasana di Papua tegang. Soekarno berusaha merebut Papua dari Belanda lewat operasi militer yang diberi nama Trikora. Freeport yang mau menjalin kerjasama dengan Belanda lewat East Borneo Company pun belingsatan. Kalau Papua jatuh ke Indonesia bisa runyam urusannya. Mereka jelas tak mau kehilangan gunung emas itu.

Wilson disebutkan berusaha meminta bantuan John F Kennedy. Tapi si Presiden AS itu malah kelihatan mendukung Soekarno. John pula yang mengirimkan adiknya Bob Kennedy untuk menekan pemerintah Belanda agar tak mempertahankan Papua. JFK juga yang mengancam Belanda akan menghentikan bantuan Marshall Plan jika ngotot mempertahankan Irian Barat. Belanda yang saat itu memerlukan bantuan dana segar untuk membangun kembali negerinya dari puing-puing kehancuran akibat Perang Dunia II, terpaksa menurut.

Kontrak Freeport pun buyar. Apalagi Soekarno selalu menolak perusahaan asing menancapkan kaki mereka di Papua. Pada perusahaan minyak asing yang sudah kadung beroperasi di Riau, Soekarno meminta jatah 60 persen untuk rakyat Indonesia.

Tragedi September 1965 menghancurkan Soekarno. Dia yang keras menolak modal asing, digantikan Soeharto.

Setelah dilantik, Soeharto segera meneken pengesahan Undang-undang Penanaman Modal Asing pada 1967. Freepot menjadi perusahaan asing pertama yang kontraknya ditandatangani Soeharto.

Pada awal periode pemerintahan Soeharto, pemerintah mengambil kebijakan untuk segera melakukan berbagai langkah nyata demi meningkatkan pembanguan ekonomi. Namun dengan kondisi ekonomi nasional yang terbatas setelah penggantian kekuasaan, pemerintah segera mengambil langkah strategis dengan mengeluarkan Undang-undang Modal Asing (UU No. 1 Tahun 1967).

Ditangan Soekarno, freeport tidak pernah ada.

Jumat, 05 Juni 2015

LANGKANYA BUKU DI SEKOLAH PEDALAMAN

Buku di sekolah pedalaman.
Pak Sadrak


Mas Imam Satrio, Jika anda mengenal sekolah, mungkin dalam pikiran di sekolah akan menemukan banyak buku. Namun, tidak seperti itu yang terjadi di sekolah-sekolah pedalaman. di sana banyak kekurangan buku. sebenarnya bukan karena kekurangan jatah buku dari dinas daerah, dan juga bukan karena pembagian yang tidak merata ke sekolah-sekolah.

Menurut Mas Imam Satrio, Faktor yang mempengaruhi mengapa di sekolah-sekolah pedalaman kekurangan buku adalah faktor distribusi. dari dinas memang sudah dijatah untuk masing-masing sekolah. akan tetapi distribusi ke sekolah ini mengalami kendala.

Mas Imam Satrio menambahkan, beberapa sekolah di pedalaman kalimantan sangat terisolir. jika mau mengirimkan buku-buku ke sekolah harus menggunakan pesawat. karena memang ada beberapa kecamatan yang jaraknya sangat jauh dari kota Kabupaten. sehingga hanya bisa ditempuh dengan menggunakan pesawat.

Menurut Mas Imam Satrio, faktor yang sangat berpengaruh terhadap pengiriman adalah, tidak setiap hari ada pesawat yang naik turun dari kecamatan ke kabupaten. pesawat hanya ada setiap satu minggu sekali atau bahkan dua minggu sekali. dan parahnya lagi, tumpangan pesawat sangat terbatas, hanya mampu mengangkut paling banyak 7 orang. sehingga jika dalam kondisi ramai, tidak semua penumpang dapat terbawa.

Mas Imam Satrio menambahkan, yang lebih memprihatinkan lagi, tidak ada jadwal pesawat. pesawat datang dan pergi sewaktu-waktu. sehingga sangat menyulitkan calon penumpang.

Dengan melihat kondisi yang seperti ini, distribusi buku dan peralatan lain-lain ke sekolah sangatlah terganggu. dengan alasan tersebut, maka buku-buku di sekolah pedalaman sangat kurang.

Oleh: Imam Satrio

DISKUSI MEMBANGUN KECERDASAN DAN SOSIAL SISWA

diskusi siswa

Bagaimana cara kita membangun tingkat kecerdasan dan sosial siswa? ini tentu menjadi pekerjaan bagi para pendidik bagaimana dapat mengembangkan dua aspek ini.

Beriku ini Mas Imam Satrio akan membahasnya untuk anda.

Taukah anda, dengan berdiskusi itu dapat meningkatkan kecerdasan dan sosial siswa?
Menurut Mas Imam Satrio, ketika anak-anak sedang berdiskusi, mereka akan saling berkomunikasi antara satu teman dengan teman lainnya. mereka akan saling memberi dan menerima pendapat. itu artinya mereka saling berkomunikasi untuk mencapai sebuah tujuan bersama.

Mas Imam Satrio mengatakan, Yang kita perlu ketahui, untuk mencapai satu tujuan secara bersama-sama(dilakukan oleh beberapa orang) itu tidaklah mudah. karena biasanya seorang manusia memiliki cara masing-masing untuk mencapai seebuah tujuan. dalam menentukan cara mencapai tujuan orang biasanya lebih memilih caranya sendiri/ dalam kata lain, memilih egonya.

Mas Imam Satrio menambahkan, Ketika anak secara diskusi kemudian mampu mencapai tujuan bersama, itu sudah merupakan prestasi yang luar biasa. artinya aspek sosial anak sudah terbanggun dengan baik.

Selain aspek sosial tersebut, menurut Mas Imam Satrio dengan menyampaikan dan menerima pendapat, sudah pasti anak telah mengembangkan kecerdasannya. dengan berdiskusi anak akan menambah ilmu pengetahuan.

Mas Imam Satrio mengatakan, hal yang paling penting ketika anak melakukan diskusi adalah guru tetap harus mendampingi siswa. mendampingi dalam arti tidak sampai mengganggu atau mebuat grogi siswa. guru mengawasi untuk mengendalikan topik bahasan yang sedang dibahas siswa.

Oleh: Imam Satrio

Sabtu, 23 Mei 2015

NEGERIKU

senja di perbukitan
Begitu indah alam negeri ini. suatu syukur yang sangat luar biasa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melahirkan kita di negeri yang sangat indah ini. suatu syukur yang sangat luar biasa juga kita terlahir di negeri yang aman ini. kita dapat melihat negeri-negeri yang manusianya selalu dalam ketakutan.

alam raya dan sumber daya alam yang sangat melimpah ruah tersedia begitu melimpah. imam satrio mengatakan "seharusnya penduduk negeri ini tidak ada kekurangan suatu apapun".

lihatlah, mentari sorepun masih bersinar begitu indah. suatu kehangatan yang selalu kita jumpai setiap harinya di negeri ini. imam satrio merasakan di ujung negeri indonesia "senja diperbukitan terasa indah dengan sayup-sayup cahaya matahari yang sengaja berlahan menutup wajahnya".


oleh : imam satrio

Perjalanan Anak-anak

Perjalanan anak-anak?
Anak-anak, oleh imam satrio.

Pernahkah kita melihat uniknya anak-anak kecil ini? kalau boleh dijawab, pasti setiap hari kita melihat keunikan-keunikan anak-anak kecil seperti ini. imam satrio mengatakan "bukan hanya di sekolah dasar kita melihat anak-anak seperti ini, tetapi di lingkungan kita sehari-hari kita selau berinterksi dengan anak-anak".
imam satrio menanyakan, kalau boleh jujur, dan memang semua harus jujur. dulu waktu anak-anak kita sering melihat bapak ibu kita. kita juga ketika anak-anak melihat kakek nenek kita, yah mereka sudah keriput dari pada bapak ibu kita.

imam satrio mengajak, kalau kita fikirkan dengan sungguh-sungguh, dulu kita anak-anak, kemudian tumbuh remaja, sekarang dewasa. dan kita tumbuh menjadi bapak ibu, sama ketika kita dulu waktu anak-anak melihat bapak ibu kita. dan bapak ibu kita juga terihat seperti kakek nenek kita dulu.

imam satrio mengartikan, hidup kita memang terus berjalan. dari anak-anak, remaja, dewasa, tua kemudian ada akhirnya kita hidup di dunia ini.
saran imam satrio, yang terbaik adalah, lebih cepat sadar itu lebih baik. mengerti hidup ini hanya sebuah perjalanan pendek.

Selasa, 12 Mei 2015

MENATAP REALITAS PERBATASAN

Satria : Menatap Realitas Perbatasan.


Kibarkan Merah Putih

Pentingnya mewujudkan nasionalisme di perbatasan. Walaupun masyarakat diperbatasan masih sangat tinggi nasionalismenya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. hal ini tentu kontradiktif dengan isu-isu dari media yang menginformasikan bahwa banyak dari masyarakat perbatasan yang berpindah kependudukan ke negeri tetangga.

Hanya memang satu yang menjadi PR kita, masyarakat kita di perbatasan masih dibanjiri oleh produk-produk negara tetangga. Bayangkan, mulai dari sembako sampai dengan mesin-mesin mereka menggunakan produk negeri tetangga. alasannya, produk tetangga lebih murah dan kualitasnya lebih baik.

sebenarnya bukan karena kita tidak memiliki produk yang bagus. Tapu sudah menjadi rahasia umum, bahwa di Indonesia produk yang bagus di ekspor sementara sisanya dikonsumsi sendiri. terus kenapa barang kita lebih mahal. Jawabannya jelaslah, daerah perbatasan kita lebih dekat dengan negara tetangga, sementara jika harus mengambil produk dalam negeri harus mengambil dari jawa. Sudah bisa dibayangkan jarak dari jawa ke perbatasan berapa jauhnya, dan butuh berapa rupiah untuk mengirim barang dari jawa ke perbatasan.

Itulah permasalahhan perbatasan yang sampai saat ini belum terselesaikan. Diatas permasalahan itu semua, rasa cinta padaa negara ini harus terus ditanamkan. bendera merah putih harus terus berkibar di tiap-tiap perbatasan. agar menjadi jelas bahwa Indonesia adanya.

Oleh: Imam Satrio

Senin, 11 Mei 2015

JALAN DI PERBATASAN

Jalan tanah, mungkin kita pernah mengalami sewaktu kecil kita, jalan-jalan di desa kita masih beraspalkan tanah. Tetapi pertanyaannya, tahun berapa kita mengalami hal itu? kalau dijawab, mungkin tahun 90 an.

Dijaman sekarang, hampir di setiap ujung jalan yang kita lalui sudah beraspal. bahkan sampai jalan-jalan kecil di desa-desa sudah jarang yang terlihat becek. itulah jalan yang kita lalui setiap hari di lingkungan sekitar kita.

Tapi, pernahkan kita melihat ke pelosok sana? di tahun 2015 ini, kita patut melihat lebih jauh. Bahwa yang di katakan Negara Kesatuan yang seharusnya memiliki perekonomian yang merata, infrastruktur yang sama-sama. Namun pada kenyataannya, ketimpangan infrastruktur masih menjadi PR yang harus secepatnya dikerjakan.

Jalan di Negeriku
Beginilah contoh jalan terjal beraspalkan tanah naik turun yang hampir merata di seluruh pelosok negeri. mungkin, kita bisa melalui jalan ini jika tidak ada hujan. namun, ketika hujan turun, jangan pernah kita berharap bisa melewati jalan ini. Jalan tanah ini akan berubah menjadi lumpur-lumpur yang bisa menenggelamkan roda kendaraan kita. Saran terbaik jika hujan turun ketika melewati jalan ini. lebih baik anda berhenti atau pilihlah waktu perjalanan di musim kemarau.

Ribet juga y, hanya untuk sekedar melawati saja harus menunggu waktu yang tepat. beda sekali dengan jalan-jalan di lingkungan kita. kapanpun waktunya kita bisa melewatinya. tak kenan kemarau ataupun hujan kita lancar melaluinya.

Sudah saatnya kita kerjakan bersama, pembangunan negeri ini harus merata. Merata untuk semua rakya Indonesia. Karena hakekat kita bernegara adalah, kita bisa merasakan hasil pembangunan secara sama.

BUTUH SENTUHAN

Butuh sentuhan, itulah kata yang mereka perlukan selama ini. jika kita mengingat sekolah di SD sewaktu kecil, pasti kita akan mengenal hari-hari di sekolah yang dipenuhi dengan jam pelajaran. dari pagi sampai siang kita akan didampingi guru. ya, karena memang seperti itu seharusnya. Guru selalu mendampingi mereka dalam belajar di sekolah.

Siswa, SD Perbatasan

Namun tidak seperti itu jika anda melihat berapa banyak siswa yang berada di pelosok sana. di sana kita akan melihat mereka hanya sendiri di kelas, bermain sendiri tanpa mendapat bimbingan pembelajaran dari guru. Tentu banyak faktor, di mulai dari kekurangan tenaga pendidik, sampai dengan semangat pendidik yang kurang.
faktor kekurangan pendidik ini banyak di alami oleh sekolah-sekolah yang terpelosok, jauh dari jangkauan atau di pedalaman. satu sekolah bisa hanya 2 orang guru. Sehingga guru harus merangkap beberapa kelas dalam melaksanakan pembelajaran.dan di tambah dengan faktor guru yang tidak bersemangat.
Maka, kita seharusnya sudah bisa melihat mereka dengan mata lebih lebar, betapa mereka membutuhkan sentuhan kita. Sentuhan pendidikan bagi bereka. bagi seluruh anak negeri

Minggu, 10 Mei 2015

SEKOLAH KAKEKKU

Potrek pedidikan di perbatasan. inilah contoh sekolah tertua di Kecamatan Malinau Utara, Malinau. Sekolah yang berdiri sejak tahun 82 ini masih seperti yang dulu. masih berdiri kokoh dengan tiang kayu.
Bukan hal yang aneh jika semenjak berdirinya sekolah ini, sudah beberapa generasi yang menjadi alumni. yang jelas, bapak/ibunya bahkan kakek/neneknya anak-anak yang sekarang sekolah disini, adalah alumni di sekolah ini. sudah dapat di lihat, dari jamannya kakeknya anak-anak, banguan sekolah ini masih tetap sama, hanya mendapat rehab beberapa kali pada atapnya dan pada dinding yang sudah lapuk.

Sekolah di Perbatasan

Potrek sekolah ini sangat kontradiktif dengan megahnya bangunan sekolah di kota-kota. Di kota, anak-anak dapat sekolah di tempat yang berdinding beton. bahkan mungkin sekolah yang masih baguspun sengaja dibongkar dan didirikan bangunan yang baru. sementara, bangunan sekolah seperti di pelosok ini masih belum mendapat sentuhan.

Mari buka mata kita untuk melihat lebih jelas potret pendidikan di Indonesia. yang jelas, Indonesia bukanlah jawa saja. Indonesia membentak dari sumatra sampai papua dengan ribuan pelosoknya. Pelosok itulah yang butuh sentuhan.